Great Fokus Brand Image (Brand Image Great Focus)

19:02 | Labels: | No Comment »





Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Media : Tribun Lampung
Halaman : 3 (Tribun Bisnis), Section Level 2
Tanggal : Monday, February 01, 2010
Penulis : (isk)
Tone : Neutral
Summary :
Produsen air minum kemasan Great dan Pass, PTTrijaya Tirta Dharma (PT TTD) memfokuskan strategi pemasarannya pada brand image produk. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan. General Manager PT TrijayaTirta Dharma Gunawan mengatakan, pasar air minum kemasan semakin hari semakin baik. Hal ini karena masyarakata menginginkan kepraktisan. Selain itu, air minum kemasan juga terjamin kebersihan, kejernihan, dan higienisnya.
---------------
Manufacturers of bottled water Great dan Pass, PT Trijaya Tirta Dharma (PT TTD) focuses its marketing strategy on brand image of the product. This step is taken to increase consumer trust. General Manager of PT TrijayaTirta Dharma Gunawan said the bottled water market is getting better. This is because people want practicality. In addition, bottled water is also guaranteed in cleanliness, clarity, and hygiene.

Great Fokus Brand Image

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Pro dusen air minum kemasan Great dan Pass, PTTrijaya Tirta Dharma (PTTTD) memfokuskan strategi pemasarannya pada brand image 1 ~ produk. Langkah ini diambil untuk meningkatkan keperca- yaan pclanggan.

General ManagerPTTrijayaTirta Dharma Gunawan mengatakan, pasar air minum kemasansemakin hari semakin baik. Hal ini karena masyarakatan menginginkan ke- praktisan. Selain itu, air minum kemasan juga terjamin kebersihan, kejernihan, dan higienisnya.

Untuk air minum kemasan Great dan Pass sendiri diambil dari sumber mata air di Kelurahan Sumur Putri. Dari sini, air diolah melaluiberagam tahapan.Yakni, filterisasi, ozonisasi, dan steri- lisasi, barn kemudian dikemas dan dipasarkan. Sehingga air yang diproduksi bebas dari berbagai kuman/bakteri, bahkan ke­masannya pun disterilkan terlehih dahulu sebelum diisi air.

Saat ini produk PT TTD tidak saja dipasarkan di Lampung tapi juga wilayah Sumatera Selatan seperti, Baturaja dan Muara Dua. Orientasi pasar produk PT TTD juga mulai hergeser. Jika dulu menggarap masyarakat ruralatau pin ggi ran, dalam dua hingga tiga tahun k'c depan akan fokus pada kalangan urban dan sub urban. Untukmenggarap pasartersebut, PT TTD akan menggandeng pihak ketiga sebagai agen untuk untukmendistribusikan produk.

"Ini merupakan sebuah inve- stasi ke depan, dengan slogan Sehal Segar Alami, dan brand im­age yang semakin kuat serta ditunj ang produk berkualitasdan layanan maksimal, maka produk kami akan mampu menjangkau pasar yang semakin banyak dan luas," ungkap Gunawan.

Untuk diketahui, Great dan Pass hadir dengan beragam ke- masan.Yakni, kemasan ukuran 240 ml, 150 ml, 600 ml, 1,5 liter, dan galon. Kemasan pertama, dalam tujuh jam nya terproduksi 3.000-an dus (1 dus isi 48 kemasan gelas) dan kemasan kedua terproduksi 4.000-an dus.

Semen tara untuk botol ukuran 600 ml dan 1,5 liter, dalam masa kerja yang sama bisa dihasilkan masing-masing 1.000-an botol. Sedangkan galon, mampu di- hasilkan sebanyak 3.000-an jum- lahnya dalam tujuh jam.

"Tapi im semua perhitungan rata-rata, karenasaat-saattertentu bisa saja dalam sehari kami mem- produksi sampai 3 shi/1. dengan jam kerja per-sifi-nya tujuh jam efektif," tondos Gunawan.(isk)



Hijaukan Kawasan Mata Air (Greening The Water Fountain Area)

18:58 | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Media : Tribun Lampung
Halaman : 3 (Tribun Bisnis), Section Level 2
Tanggal : Monday, February 01, 2010
Penulis : (din)
Tone : Neutral
Summary :
GUNAWAN sebagai General Manager PT Trijaya Tirta Dharma menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam di sekitar sumber mata air. Ini dilakukan untuk menjaga kualitas air dan mencegah kekeringan.
---------------
GUNAWAN as General Manager of PT Tirta Dharma Trijaya adding that his party was committed to preserve the nature around the fountain. This thing is to maintain water quality and prevent dryness.

Hijaukan Kawasan Mata Air

GUNAWAN sebagai General Manager PT Trijaya Tirta Dharma menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam di sekitar sumber mata air. Ini dilakukan iuntuk menjaga kualitas air dan mencegah kekeringan. "Luas lahan kami kurang lebih 2 hektar, separuhnya kami tanami dengan berbagai tanaman sepeti sonokeling, manggis, rambutan, dan kawasan tersebut sama sekali tidak boleh disentuh supaya tetap lestari," papar Gunawan. Sejauh ini, perusahaan tersebut memiliki satu lokasi pabrik yakni di Jalan Saleh Kesuma Yudha Sumur Putri Bandar Lampung. Dan memiliki sekitar 254 karyawan.(din)

Krisis Air Bersih Masih Berlangsung (Clean Water Crisis Is Still Going On)

18:51 | Labels: | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz


Media : Radar Cirebon
Halaman : 16 (Kabupaten Cirebon), Section Level 2
Tanggal : Monday, February 01, 2010
Penulis : say
Tone : Neutral
Summary :
GUNUNGJ ATI Meski hujan sering mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, namun hal itu tidak bisa mengentaskan krisis air bersih yang dialami warga beberapa desa di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Yakni warga Desa Astana, Desa Mertasinga dan Desa Cangkring.
---------------
though rain is often flushed several areas in Cirebon District, but it can not eliminating water crisis experienced by citizens of several villages in the subdistrict gunungjati, cirebon district. the villagers Astana, mertasinga villages and cangkring village.

Krisis Air Bersih Masih Berlangsung

GUNUNG JATI Meski hujan sering mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, namun hal itu tidak bisa mengentaskan krisis air bersih yang dialami warga beberapa desa di Keeamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon. Yakni warga Desa Astana, Desa Mertasinga dan Desa Cangkring.

Setiap hari mereka berbondongbondong membawa jeriken untuk membeli air bersih kepada pemilik tangki.

Yudi, penjual air bersih di Desa Astana. Kee Gunungjati menuturkan, walaupun tak sebanyak saat musim kemarau, namun setiap hari 4 ribu liter air bersih mampu terjual.

"walaupun muslin hujan, tapi masih hanyak warga yang tetap kekurangan air bersih. Seminggu saya bisa menghabiskan 4-5 tangki air bersih yang saya beli dari pemasok." tutur Yudi.

Miskadi, warga Desa Astana mengaku, dirinya setiap hari harus membeli air bersih sedikitnya 3 jeriken karena sumber air bawah tanah tidak layak konsumsi."Sumber air di sini tidak enak Mas, jadi terpaksa saya membeli air bersih untuk kebutuhan kons; :nsi keluarga saya," ucapnya.

Kuwu Desa Astana, Agung Prabowo menuturkan, sumber air di wilayah Desa Astana dan sekitarnya 90 persen tidak layak konsumsi. Selain itu kualitas air PDAM dirasa tidak layak konsumsi, ditambah sering tidak ngocor. "Sumber sumur air bawah tanah di sekitar sini rasanya asin Mas. Jadi warga terpaksa harus membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi," ucapnya. (say)


Mengenalkan Lingkungan Kepada Anak (Introducing The Environment To Children)

18:22 | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Media : Kompas
Halaman : 13 (Lingkungan dan Kesehatan), Section Level 2
Tanggal : Monday, February 01, 2010
Penulis : -
Tone : Positive
Summary :
Menumbuhkan cinta lingkungan sejak dini sangat bermanfaat, baik bagi perkembangan anak maupun untuk kelestarian lingkungan. Langkah inilah yang dilakukan sebuah perusahaan air kemasan dalam Wahana Kebaikan Alam di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu-Minggu (30-31/1).
---------------
Growing the love of environment since early is very useful, both for children's development and to environmental sustainability. This step is carried out a bottled water company in the Wahana Kebaikan Alam at North Plaza Bung Karno, Senayan, Jakarta, Saturday-Sunday (30-31/1).

Mengenalkan Lingkungan kepada Anak



Menumbuhkan cinta lingkungan sejak dini sangat bermanfaat, baik bagi perkembangan anak maupun untuk kelestarian lingkungan. Langkah inilah yang dilakukan sebuah perusahaan air kemasan dalam Wahana Kebaikan Alam di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu-Minggu (30-31/1). Dalam kegiatan ini, berbagai persoalan lingkungan diperkenalkan secara menarik, seperti proses terjadinya hujan, pentingnya pohon bagi kehidupan, serta berbagai permainan yang bisa lebih menumbuhkan kecintaan anak-anak pada lingkungan.

Aqua Presents Fun Nature-themed Rides For Kids

23:44 | Labels: | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Media : The Jakarta Post
Halaman : 25 (Clads), Section Level 2
Tanggal : Friday, January 29, 2010
Penulis : -
Tone : Neutral
Summary :
Danone Aqua is once again proving its long-term commitment to support Indonesian families with an all-day family fun program to be held on Jan. 30 and 31, 2010 at Plaza Utara Senayan, Jakarta.
---------------
Aqua presents fun nature-themed rides for kids


Danone Aqua is once again proving its long-term commitment to support Indonesian families with an all-day family fun program to be held on Jan. 30 and 31, 2010 at Plaza Utara Senayan, Jakarta.

Dubbed Jelajahi Wahana Kebaikan Alain (Exploring the rides of nature's goodness) and part of Aqua's Aqua for healthy Indonesian families (AKSI) initiative, the program will feature nature-themed rides as well as myriad activities aimed to educate, intrigue and bring fun to all family members.

Around 100,000 people are expected to participate in the 2010 AKSI program, including more than 3,000 children from elementary schools and orphanages across Jakarta.

Danone Aqua's brand director Tony Sulaeman said: "Aqua understands the importance of understanding nature and embarking on outdoor activities, especially for children in their growth period. AKSI is a platform for families to recreate and learn about nature in the middle of the city, where everyone can join in and have fun."

There will be three main rides in the program, each focusing on mineral water extraction, caring for nature and environmental conservation.

Konsumen Peduli Dengan Air Alami (Consumers Concerned With The Natural Water)

23:41 | Labels: | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Tani Sulaiman, Brand Director Danone Aqua (Tani Sulaiman, Brand Director Danone Aqua)
Media : Rakyat Merdeka
Halaman : 13 (Probisnis), Section Level 2
Tanggal : Friday, January 29, 2010
Penulis : Dwi
Tone : Positive
Summary :
Berbisnis dengan alam. ltulah yang coba dilakukan Tani Sulaiman yang kini menjadi tulang punggung sukses tidaknya Danone Aqua dalam bisnis air mineral.
---------------
business with nature. That's what made sulaiman try that now formed the backbone of DANONE AQUA success or failure in the mineral water business.

Konsumen Peduli Dengan Air Alami
Tani Sulaiman, Brand Director Danone AQUA

Berbisnis dengan alam. ltulah yang coba dilakukan Tani Sulaiman yang kini menjadi tulang punggung sukses tidaknya Danone Aqua dalam bisnis air mineral.

KARENA itu, dia mengakui pentingnya pengetahuan clam dan kegiatan luar ruangan bagi keluarga Indonesia. Khususnya bagi perkembangan anak. Hal ini diwujudkan dengan melakukan AKSI (AQUA untuk Keluarga Schat Indonesia) dengan terra

'Jelajahi wahana kebaikan alam'.

Menurutnya, program ini untuk memberikan wadah bagi keluarga dan anak Indonesia agar bisa berintcraksi dengan alam di tengah kota Jakarta.

"AKSI menjadisolusi bagi keluarga Indonesia yang ingin bcrekreasi sambil belajar tentang alam di tengah kota," ungkap Tani di Jakarta, belum lama ini.

Dia menjelaskan, dalam program ini keluarga Indonesia akan menemukan wahana-wahana yang ada tentang bagaimana menjaga dan mengeksplorasi alam khususnya tentang pendekatan-pendekatan AQUA dalam meyeIcksi air sehat. Diharapkan, dengan aksi ini, pengunjung bisa belajar membedakan kualitas air lewat beberapa peraga modern serta menyaksikan demo siklus air.

"Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen jangka panjang AQUA dalam meningkatkan kesadaran pentingnya meningkatkan keluarga schat Indonesia," jelas lelaki yang memiliki hobi membaca tersebut.

Tahun 2010, penyedia air minuet dalam kemasan terkemuka di Indonesia, .Danone Aqua menyatakan kcsiapannya untuk menghadapi berbagai tantangan. Danone berkomitmen menjaga kualitas produk, melakukan inovasi teknologi dan sistem distribusi, scrta menjaga layanan kon-' sumen yang semakin baik.

Tani menyebutkan, strategi AQUA scat ini fokus mencari mata air yang kualitasnya scsuai dengan kondisi alam yang ash. "Jadi tidak semua sumber mata air bisa di terima oleh AQUA karena harus melalui proses yang unik dengan beberapa pendekatan," terangnya. .

Sebagai brand nomor sate tninuman mineral, Tani paham kualints AQUA. Oleh sebab itu, melalui program ini menurutmya, keluarga Indonesia bisa tau dan menambah wawasannya lebih jauh lagi. "Says ingin membawa Aqua !chill dikenal lagi olch keluarga Indonesia. Karena meskipun sudah 35 tahun, masih banyak orang Indonesia yang belum mengkonsumsi AQUA sctiap hari," ujarnya.

Tani mengaku sudah hampir 10 tahun b.ergabung di Danone Group. Sebelum jadi brand director AQUA, dia menjabat Marketing Director di Danone Dairy dan Danone Biskuit tujuh tahun.

Collecting Rainwater May Support Groundwater Resources

23:38 | Labels: | No Comment »

Indonesia Media Monitoring
http://www.terrasys.biz

Water Resources
Media : The Jakarta Post
Halaman : 17 (City), Section Level 2
Tanggal : Friday, January 29, 2010
Penulis : Indah Setiawati
Tone : Neutral
Summary :
A recent workshop suggested that storing rainwater could improve domestic groundwater supply. Hydro-geologist Fatchy Muhammad said rainwater was a valuable resource that should be collected as much as possible on the ground instead of being directly drained away.
---------------


Collecting rainwater may support groundwater resources
WATER RESOURCES

A recent workshop suggested that storing rainwater could improve domestic groundwater supply.

Hydro-geologist Fatchy Muhammad said rainwater was a valuable resource that should be collected as much as possible on the ground instead of being directly drained away.

"Rainwater has good mineral content, which should not just be washed to sea. If we provide water absorption, it will become groundwater and help manage floods at the same time;' he said.

He expressed concern with an article in the 2030 Spatial Plan draft limiting groundwater usage, pushing residents to use tap water.

"We 'still have wells, which will remain in good condition if we maintain them;' he said.

Fatchy said his aim was to have balanced usage of groundwater and tap water.

When households or companies use groundwater, he said, they should first examine the availability of groundwater on their land. When the groundwater resource is in surplus, they can choose to use it or tap water instead.

"If they use groundwater, they should conserve rainwater by digging biopore infiltration holes or wells," he said, adding that this would lead to balanced usage.

When asked about the groundwater tax applied to corporations, he said companies should pay based on the disparity between the groundwater they use and the rainwater they collect.

"Companies can use meters to calculate the aniount of water they use. They can also calculate the amount of rainwater they absorb."

Fatchy said people from middleto upper-income groups had an obligation to dig biopores, while companies should dig wells. The city, he said, should construct man-made lakes for water absorption.

"We already have a regulation stipulating that companies dig wells

for rainwater absorption. The city has to supervise and enforce it."

He said unchecked development led to green spaces like forests being turned into buildings, in turn changing hydrological functions, which led to floods in the rainy season.

The city, he said, should focus on restoring the land's absorption function if the officials want sustainable water management.

Marco Kusumawijaya, from urban community rujak.org, expressed a different opinion, saying the city's current method of draining away rainwater into including canals and rivers was the best short-term solution for flood mitigation.

He said rainwater absorption would be a better long-term solution for a better environment.

He said the city did not have a zero runoff law like Santa Monica, California, which limits surface water runoff from houses and streets.

"People would have to pay for water that flows from their house because the drainage system is considered a service," he said.

Text Widget

Only search in this site

Text Widget